Pengalaman yang Aneh (Preparation to Thailand part 2) “Jangan Membuat penyesalan baru”

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu tiba, subuh di  tanggal 5 september Tepatnya saya dan dua teman saya berangkat dari depok ke bandara Soeta untuk siap terbang ke Kuala Lumpur. Loh kok Kuala Lumpur? Bukannya Destinasi saya adalah Bangkok? Baca “Preparation to Thailand part 1”. Ya alasannya adalah uang. Niatan awal kami adalah menghemat uang, jadi kami memesan tiket ke Kuala Lumpur karena tiket nya jauh lebih murah dibanding ke Bangkok, itu pun diputuskan dengan dukungan informasi dari salah satu kolega teman saya yang bilang kalau dari KL menuju Bangkok bisa ditempuh dengan jalur Darat, dengan waktu yang tidak terlalu lama, dan lebih murah. Ya kami pun percaya saja dan Karena pengalaman kami yang belum pernah traveling ke luar negri jadi ya “ngikut aja deh”.

Oya sebnernya ngapain sih saya ke Bangkok? Jawabannya adalah bukan mau jalan-jalan, atau backpacker-an sobat, melainkan mau menghadiri sebuah konferensi internasional, nah beberapa waktu yang  lalu, saya dan delapan teman saya mahasiswa dari Universitas saya berhasil meloloskan paper sehingga kami diundang untuk mempresentasikan paper kami masing-masing, maklum karena kami mahasiswa kere, ya jadi duit untuk berangkatpun seadanya dan musti berpikir keras untuk bisa “puas” disana tapi dengan duit “pas”. Total yang berangkat ada 9 orang, dua orang berangkat tanggal 4 september langsung ke Bangkok, dan sisanya tujuh orang berangkat via KL, 4 orang dan 3 orang yang termasuk saya berangkat terpisah menjadi dua kelompok, dan hendak janjian bertemu di KL untuk meneruskan perjalanan ke Bangkok sama-sama.

Kami bertiga pun terbang ke KL, setibanya di KL (Karena menghemat), sms-an pun diusahakan seirit mungkin.  Saya terus menghubungi rombongan yang lebih dulu tiba di KL, dan tidak kunjung mendapatkan balasan. Kami pun pergi ke KL setral berniat mencari kendaraan (bus atau kereta untuk pergi ke Bangkok) setelah tiba di KL sentral kegusaran kami mulai muncul, ternyata orang-orang di KL sentral tidak tahu tepatnya bus yang bsia mengantarkan kami ke Bangkok dengan cepat, yang ada adalah kereta yang memakan waktu 2 hari dan harga yang muahaaaal.

Di tengah kebingungan saya tiba-tiba melihat teman saya yang berangkat dengan rombongan awal, wah ternyata dia ada di KL sentral juga dan kami pun akhrinya bergabung, untuk sellanjutnya meng isi perut dulu biar otak jalan. Haha. Syukurlah rombongan awal ini sudah punya info untuk mendapatkan bus ke Bangkok yaitu dengan cara mencarinya di Puduraya.

Setibanya di Puduraya, kegusaran kami sudah naik 1 level lagi. OMG >.< ternyata tidak ada bus yang ke Bangkok, mereka bilang bus dari KL ada nya yang ke Hat yai atau butter worth, dan ternyata info dari kolega teman saya yang bilang KL-Bangkok murah dan cepat itu SALAH BESARRRRR. Udah bingung akan nasib saya dan teman-teman, plus gendok percaya aja ama rumor KL-Bangkok bikin badan yang udah capek pek pek ini tambah gak karuan, tapi ya kita harus tetep memutuskan. “Waktu terus berjalan dan lusa kita udah mulai konferensi, gak lucu ah kalo balik lagi ke Indonesia gara-gra gini doang” ucap saya dalam hati. Kami pun memutuskan memesan bus ke Hat yai, karena setau saya Hat yai adalah daerah yang sudah masuk Negara Thailand, artinya lebih deket ke Bangkok dibanding butter worth. Tak lupa beli tiket + tawar menawar, untungnya penjual tiketnya baik dan mau diajak nego, akhirnya tiket pun yang harganya 50 ringgit bisa dibeli dengan 43 ringgit sajoooo.

Setelah menunggu hampir 7 jam (diisi dengan keliling dulu KL dan jajan-jajan murah :p) kami pun bersama bus siap berangkat. Bus nya enaaak dan nyaamaaan deh pokoknya buat perjalanan jauh.

Image

ImageImageImageBerangkat malam jam 10 waktu Malaysia dan diperkirakan tiba di Hat yai jam 7 pagi waktu Thailand. Ya di bus ngapain lagi kalo bukan “tidur”. Eits, tunggu dulu, Tapi tidak semulus dan senyenyak tidur di kamar kos, Ada pengalaman yang luar biasa di perjalanan kami ini, jadi ketika kami tidur, kami dua kali dibangunkan dengan brutal, pertama dibangunkan untuk menyerahkan paspor kami, dan yang kedua dibangunkan dengan gaya “OSPEK” untuk turun dari bus lewati perbatasan Malaysia-Thailand. Nah pas dibangunkan yang kedua ini. Ampun deh sumpah rasanya.. mengingatkan saya ketika jaman di ospek gitu, tiba-tiba bapak-bapak berwajah india (kondektur)  teriak-teriak.”bangun..bangun” *dengan logat melayu dan di lantai sudah berserakan paspor kami, otak linglung belum konek, baru bangun tidur, dingin karena diluar hujan, dan mata belekan gak jelas bikin suasana makin kacau. Kami pun turun berlari dan ternyata paspor saya udah dibawain teman saya yang lebih dulu turun. Hufft syukurlah.

Kami pun baris di bawah rintik hujan, saya melihat ke sekeliling, wah ada pagar besi yang ada jarum-jarumnya gitu (kayak di film markas tentara-tentara gitu loh) terus lampu sorot dan gedung serem. Lalu paspor saya pun sudah dapet cap dan ternyata penjaga pos nya baik dan ramah, ketika saya Tanya toilet dimana dia mengarahlan dengan ramah. “duh kenapa malah lebih galak kondektur bus daripada penjaga perbatasan”

Setelah beres ngurus cap-capan paspor. romobongan pun naik lagi ke bus dan “tidur” lagi. Cahaya dari jendela bus membangunkan saya, wah rasanya kok kayak di jalan di daerah-daerah bandung ya, tapi bedanya tulisan di gedungnya kayak aksara jawa. Ya saya sudah memasuki Thailand, tepatnya Hat yai. Bus pun berhenti di depan travel office dan langsung tidak saya lewatkan momen ini dengan putu-putu…

Image

Sehabis putu-putu kami pun mikir lagi, gimana nih kita bisa nyari bus ke Bangkok dari Hat yai? Akhirnya kami berpencar dan mencari informasi sebanyak-banyaknya dari penduduk lokal. Tapi itu bukan kerjaan gampang loh, karena mayoritas penduduk di sini tidak bisa berbahasa inggris. T.T bahkan buat bilang, “no, you can’t” atau “yes, you can” aja gak bisa lah T.T tet tot sedih karena beberapa jam menggali informasi cuapeknya bukan maen, semua badan gerak karena kami harus berbicara dengan bahasa tubuh.

ImageAkhrinya kami menemukan sebuah travel office namanya “Lucky Travel” dan pemiliknya , pas ditanya bisa bahasa inggris apa kagak dia sih jawabnya bisa sedikit, tapi pas prakteknya ternyata.. tet tot sama aja kayak masyarakat yang lainnya. Bahasa tubuh lagi deh. Ternyata di travel office ini menyediakan jasa kendaraan ke Bangkok, dengan harga per orang 850 bath (satu bath nya sekitar 310 rupiah) ! Wow, uang saya tidak cukup ah, kan niatnya pengen ngirit, akhirnya saya (yang merasa diandalkan oleh teman-teman dalam tawar-menawar) berdebat alot dengan si ibu pemilik travel untuk nego harga. Dari 850, berhasil turun jadi 800, terus saya tawar, akhirnya berhasil di 750. Dan tawar menawar ini cukup memakan waktu yang lama sampai kami lapar dan memutuskan untuk menyudahinya di angka 750 dan pergi makan. Ketika kami beranjak untuk pergi makan, lucunya, Mungkin karena si ibu salah paham dengan apa yang saya ucapkan, ketika kami pergi meninggalkan travel itu, (padahal cuman mau pergi makan) dia menahan kami dan menganggap kami tidak jadi pake jasa travel dia, akhirnya mungkin karena dia takut kehilangan pelanggan, dia menurunkan lagi harganya ajdi 730 bath!!! Hahaha dan kami pun seneng banget lah (tanpa diminta si ibu nurnin harga nya sendiri) aduh ibu lucky travel emang baik deh, meskipun mukanya jujur sangar abis)

Kami pun makan, diantar oleh kakek-kakek dari lucky travel ke kantin muslim. Abis makan kenyang dan senang, akhirnya kendaraan kami tiba, beda dengan kendaraan dari Malaysia, kendaraan dari Hat yai ke Bangkok adalah sebuah van, atau orang thailnad biasa bilang “wen” isinya cuman kami bertujuh plus 2 orang hat yai yang mau pergi ke Bangkok juga, dan untungnya si sopir bisa bahasa inggris 😀 yeaaay.

Karena kami yang mendominasi jumlah orang di dalam van, ya akhrinya berasa mobil sendiri deh, jadinya berisik gitu dan kadang-kadang bikin penumpang lain senewen, hahaha. Pemandangan hat yai-bangkok ngebosenin, dari bangunan yang paling sering kami liat kami menyimpulkan bahwa di Thailand itu di setiap rumah di depannya ada bangunan kecil kayak buat nyembah-nyembah gitu, lucu deh bangunannya gaya-gaya Thailand gitu, kalau kata Nur atika mirip “pagoda”.

Perjalanan Hat yai-bangkok cukup lama, sampe-sampe kita berhenti tiga kali di rest area, dan ada pengalaman lucu di rest area yang kedua kami berhenti. Yaitu ketika kami memesan makanan untuk makan (lagi-lagi si penjual gak bisa bahasa inggris semua T.T aduh capek deh) saya sempat kejebak beli B2 (pork) mungkin karena mereka nganggap ya saya orang Thailand juga, maklum Indonesia ama Thailand kan serumpun dan orang-orangnya pun mrip-mirp, tapi untungnya pas ngeliat temen saya yang jilbaban saya diarahin sama penjualnya ke kompleks kantin muslim gitu, tapi beda cerita sama temen saya yang namanya andro, dia dibirain aja mesen amkanan, dan pas mau makan si penual bilang itu daging B2, untung aja belum dimakan, atau malah rugi dro karena jadinya makanan yang udah dibeli malah gak dimakan? Yah jawabannya ada di dalam hati teman saya andro.

Image

Saya membeli makanan semacam pastel tapi bentuknya segitiga dan enak banget lah, terus yang jual kerudungan dan minta foto gitu sama rombongan kami, dan kami pun dapet bonus semacam creepes rasa vanilla gratis. Teman saya ada yang pesan nasi goreng seafood, dan bedanya ama nasi goreng di depok, kalau di depok, nasi goring seafood tuh cumi dan kawan-kawan nya dipotong kecil-kecil banget sampe gak kerasa, kalau disini cumi dkknya dibiarin utuh gede-gede gitu wih puas deh. Dan harganya cuman 50 bath atau sekitar 15ribu, lumayan kan?

Image

Image

Perjalan pun dilanjutkan. kami berangkat dari hat yai pukul10 pagi dan diestimasikan pukul 10 malam akan tiba di Bangkok. Saya pun “tidur” lagi di dalam van, perjalana ini sangat membosankan dan dipenuhi dengan “tidur” dan “tidur”.

Akhrinya sudah pukul 10 malam dan pemandangan di jalananpun mulai berbeda, sekarang lebih terasa gemerlap, banyak lampu, dan banyak gedung-gedung gitu, ya persis seperti Jakarta malam hari cuman bedanya di tulisan gedungnya ga ada yang pake tulisan latin, semua pake tulisan Thai yang melingkar-lingkar. Tiba-tiba Van pun berhenti di pinggir jalan, saya kira cuman mau menurunkan satu penumpang, eh ternyata semua penumpang disuruh turun, laaaaaaaaaaaah saya gak tahu ini dimana, si sopir maen nurun-nurunin aja dah, kami pun terpaksa turun dan bingung sebenernya dengan keadaan ini, saya dimana, mau kemana, dengan siapa, berbuat apa, eehhhhhh..

Jadi sebetulnya konferensi yang akan saya datangi kan di Thammasat University Rangsit campus, yaitu di daerah Phatum Thani, North Bnagkok, ya kayak Jakarta Utara gitu deh, sedangkan sekarnag posisi kami ada di Central Bangkok, ya Jakpus nya lah ya.dan suasana udah malem, kendaraan juga bakal susah, jadi saya memutuskan untuk mencari penginapan saja, nah sesuai dengan hasil saya searching-searching di internet sebelum berangkat, internet menyebutkan bahwa Khao san road adlah tempat banyak penginapan murah bisa ditemukan, akhirnya saya memutuskan kalau destinasi saya selanjutnya adalh Kaho san road, bukan Phatum thani, kami memutusksan besok pagi sajauntuk berangkat ke Phatum Thani. Ya akhirnya saya curhat ama si supir, namanya pak Chai, terus dia menawarkan solusi mau diantar gak ke Khao san road, tapi dengan biaya 500 Bath. Laaah mahalllll. Akhirnya saya menolak tawaran itu dan berniat memberhentikan taksi. Pak Chai pun pulang deh.

Saya bertanya sama supir taksi ygberwarna pink, “Sorry sir, How much to go to Khao san road?” Lalu dia menunjuk Taksi meter (Argo) dan saya bilang “please turn it off” karena saya juga pernah baca di internet, kalau di bangkok kita bisa nego atau tawar menawar sama taksi. Yessss ternyata itu berhasil, dia menawarkan 200 bath satu mobil ke Khao san road (tuh kan beda banget sama yang ditawarin pak chai, dia nawarin 500 bath pake van dia, Hhaha sorry pak chai) akhirnya saya tawar lagi (aseek kemampuan menawar terasah, sampe taksi aja di tawar) saya tawar, 100 Bath! Dia gak mau, akhirnya kami sepakat di angka 150 bath,.. lumayan! Dan ternyata jarak nya cukup jauh lohh, saya jadi kasian juga sama supir taksi itu, tapi ya sudahlah dia juga udah oke kok.

Kami pun tiba di Khao san road, tidak pernah terlintas dalam benak kami soal tempat itu suasananya seperti apa, dan kalian tau itu tempat seperti apa??????

Di gang-gang kecil, banyak bule-bule berkeliaran membawa botol BIR!!!! Cewek-cewek Thailand seksi-seksi (entah cewek asli entah bukan) terus ada yang mabok-mabok sambil berdiri, musik kenceng-kenceng. WAAAAW kalau saya sendiri sih gak apa-apa, lah ini saya bawa 4 teman saya yang merupakan ukhti-ukhti berjilbab panjang loooh OMG, gak tau lagi deh ini sungguh menohok pokoknya, saya pun mengajak mereka menjauh dari tempat itu dan mencari hostel di tempat yang lebih tenang.

Image

khao san road di pagi hari, sangat berbeda ketika malam tiba.. so crazy!!! mantappp

Image

akhirnya saya menemukannya (setelah mendapat rekomendasi dari seorang kathoey (transgender) yang saya temui pas jalan menjauh dari khao san road) saya dan seorang  teman saya yang jilbaber masuk ke hostel itu dan pemiliknya adalah bapak-bapak india, yang mulutnya manis banget, alias gomballlll dan jago merayu dan memuji, akhirnya kami dapet tawaran spesial karena kami curhat dulu atas apa yang telah menimpa kami, dan kami bilang kami adalah mahasiswa baik-baik yang berniat datang konferensi bukan mau traveling. Tak lupa disni pun saya menawar lagi hahaha, dari tawaran 220 bath per orang, akhirnya dapat harga 200 bath per orang, lumayan ngirit lagi! Yeayyy. Akhirnya saya masuk ke kamar hostel, di dalamnya ada bule-bule lagi tidur, saya tidur di kasur yang paling dekat dengan pintu, di kasur atas ada andro teman saya, dan disamping ada joko teman saya yang lainnya. Dan para cewek tidur di lantai bawah. Akhirnnya setelah perjalanna yang menguras pikiran, tenaga, dan emosi akirnya kami bisa sedikit merebahkan badan dan beristirahat dengan layak. Tak lupa mengucap Alhamdulillah atas pengalaman luar biasa ini, petunjuk,  kemudahan, dan arahan. siap-siap untuk kekesokan harinya mencari cara untuk bisa sampai ke Phatum thani!! Yaaaa tunggu cerita saya selanjutnya!

Advertisements
This entry was posted in Artikel.

15 comments on “Pengalaman yang Aneh (Preparation to Thailand part 2) “Jangan Membuat penyesalan baru”

  1. kanghamzan says:

    Kerenz qaqa, masi untung tersesat dijalan yang benar 🙂

  2. Ange says:

    how craziest this experience 😀

  3. inggit says:

    Waw untung saya baca ini dulu saya jd mikir2 buat naik bus dr KL ke hat yai.. thanks ya

  4. kaka says:

    tq kayaknya walau pun mahal mendingan naik pesawat deh …. hiks hiks….

  5. deyra says:

    Waaah…:o padahal awalnya saya mau bereksperimen naek bus dari KL ke hatyai buat jalan – jalan di pathyai sono… tapi kok kayaknya terlalu lama di perjalanan dan mahal yak :/

  6. Ina kirana says:

    gimana nich yg dekat kemana ya.rencana nich dari KL mau ke Hatyai naik bus. bisa bantu rute baru yg murah dan irit .

  7. mau tanya donk, kira2 ngabisin waktu brapa lama ya dari KL k bangkok? saya rencana mau travelling k bangkok lewat darat. hehe

    • halo halo maaf nih baru balas komen nya
      jadi kalau mau jalan-jalan ke Bangkok via jalur darat saya sarankan menyiapkan estimasi 2 hari untuk perjalanan sekali jalan (agar tidak kecapean dan tidak terburu-buru)
      bisa pakai jalur Kualalumpur (Puduraya)- Hat Yai – Bangkok dan sebaliknya 🙂
      bisa nikmatin beberapa jam di Hat yai karena ada beberapa objek wisata yang bisa kamu kunjungi di sana (sayangnya saya waktu itu tidak sempat menikmati Hat Yai)
      selamat berpetualang ya!

  8. arie says:

    brader trus kalo mau balik ke KL nya dari bangkok tiketnya pasti ada atau kemungkinan habis gak.,,krena saya via darat rencananya,berpetualang.kayak ente..krena saya uda beli tiket air asia dr kul ke banda aceh..

  9. arie says:

    kalo brader ga keberatan saya mau nanya2 lebih jelas lg sama brader via email saya aja yaa..
    saya brgkat tanggal 30 desember ini..pulang tgal 8 januari..tapi via kuala lumpur,naik pesawatnya..

    • hi, kalo mau balik ke KL dari bangkok via jalur darat, pesan saya sediakan waktu 1 ahri sebelum keberangkatan pesawat karena jadwal bus dan kendaraan di Hat yai (perbatasan Malaysia dan Thailand) cukup unpredictable
      kalo misal pulang tanggal 8 (flight jam 8 pagi misal)
      berarti dari tanggal 6 malam sudah jalan dari bangkok ke hat yai, tiba di hat yai pagi, dari hat yai berangkat ke KL, tiba malam, besok paginya sudah siap ke bandara KLIA/LCCT malaysia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s