Kisah perjalanan ke Green Canyon, Ciamis (part 1)… “Bukan Mobil Goyang”

Work hard play hard, begitulah inspirasi saya beberapa minggu ini. Penatnya kerjaan dan debu-debu jalanan kawasan industri Pulogadung bikin saya gerah dan akhirnya memutuskan untuk kabur di sela-sela weekend.

Saya bersama 3 teman kantor (Wika, Mita, dan Ardilla) memutuskan untuk pergi ke tempat wisata alam, syarat lokasi nya “yang ga jauh tapi ga deket juga” dengan Jakarta. Akhirnya pilihan kami jatuh ke Green Canyon dan sekitarnya. Strategi pun disusun dengan judul traveling dadakan!

Yeaah! Akhirnya kami berangkat juga, setelah diundur 1 minggu dari rencana awal, tapi masalahnya adalah, di hari H keberangkatan, kami belum mendapat mobil untuk pergi ke sana. Alasannya adalah karena kami menjadi korban saling PHP dengan jasa penyewaan mobil yang akhirnya membatalkan secara sepihak di H-1 keberangkaan, kesel gak sih >.< but show must go on baby!

IMG_6288

Di hari keberangkatan, dari pagi sampai magrib kami terlunta-lunta… hingga akhirnya mendapat satu kontak dari seorang kenalan, ditawarkanlah satu mobil Innova yang dapat kami sewa, tapi jangan seneng dulu, mobil tersebut ternyata masih dipakai orang dan baru bisa kami pakai jam 8 malam.

Akhirnya kami tunggu mobil tersebut, dengan galau-galau cantik kami menunggu di kantor ,iseng banget dari mulai bikin video gajelas sampai menggosip. Dikisahkan akhirnya mobil tiba, dan kami baru berangkat jam setengah 11 malam!

Oke, rencana awal kami akan berangkat jumat malam jam 7, estimasi 7 jam perjalanan tiba dini hari di pangandaran, kami akan mencari tempat beristirahat yaitu pojokan/semak-semak dekat rumah makan, kenapa? karena kami akan tidur di dalam mobil! Setelah itu berburu sunraise di pantai batu hiu. Setelah puas main-main di pantai pagi hari  kami berencana langsung ke Green canyon untuk body rafting dan sore nya kami check in ke penginapan yang ada di pantai batu Karas, untuk istirahat dan paginya kami pulang menuju Jakarta kembali.

Oya lucunya diperjalanan ini, jeng jeeeng, yang membawa mobil adalah Ardilla dan mita para cewek strong, dan cowok2nya bak pangeran duduk di jok belakang, tidur, makan, tidur, makan. Hahhaha kita emang menjunjung kesetaraan gender banget, betul gak? Wkwkwk

IMG_6285

Kembali ke perjalanan.. Perjalanan malam hari di jalur selatan cukup menegangkan. Jalanan berkelok, minim penerangan dengan bersaing bareng truk truk dan bus bus besar. Ditambah lagi karena kami mengejar waktu untuk melihat sunraise, Ardilla yang kena bagian bawa mobil nancap gas dengan kecepatan yang ga nyantei di jalanan tebing dan berkelok2, mantap!

Waktu terus berlari, ga kerasa dong ternyata udah hampir dini hari, sekitar jam 4 gitu… dan kami masih di daerah antah berantah, belum tercium aroma pantai atau suara deburan ombak memanggil2 raga kami (duh bahasanya). Pikir saya awalnya kita ga akan bisa nih ngejar sunraise. Tapi karena seus dilla ngebut ternyata kekejar juga loh, kami tiba di Pantai Batu Hiu sekitar jam setengah 6 pagi dan langsung kami menikmati sunraise + mengabadikan momen dengan foto dan video. Suasana pantai masih sepi, hanya ada kami ber empat, mau lari-lari, joged, nungging, bebas sesuka hati.

IMG_6311

IMG_6315 (1)

IMG_6304

IMG_6306

IMG_6330

Setelah puas menikmati sunraise tiba-tiba kami melihat ada abang2 penjual kelomang sedang mempersiapkan dagangannya, ide gila kami pun muncul, yaa! Balapan klomang! Akhirnya kami menyewa 4 klomang dari si abang tadi, lalu kami lombakan, dengan ketidakjelasan jalan si klomang akhirnya balapan pun diakhiri dengan ketidakjelasan hahaha yang penting happy

Suasana pantai masih tenang, energy positif alam begitu terasa, betul-betul berbeda dengan pagi hari di jalanan Jakarta penuh dengan polusi dan suara klakson mobil.

Di tengah kepuasan kami menikmati pantai, kami ingat kalau kami belum puas tidur tadi malam, akhirnya setelah kami sarapan bubur di pantai. kami pun tidur di dalam mobil, mobil terparkir di pinggir pantai, dengan suara deburan ombak dan ketenangan pantai batu hiu kami pun terlelap.

Dikisahkan tidur sudah kenyang, saya yang kebetulan pertama kali terbangun, dan buseeet betapa kagetnya!

Diluar mobil sudah banyak orang berkeliaran mereka sesekali melirik ke kaca mobil melihat-lihat kami seakan kami ikan2 di akuarium gituuu…mungkin mereka sangka mobil kami mobil goyang ada dua cowok dan dua cewek tertidur di dalam.. hadeh padahal kan kami tidur bak putra dan putri kerajaan, bukan cabe dan terong-terongan T.T

yuppp, kelihatannya Mereka adalah wisatawan2 lokal yang juga sedang mengunjungi pantai batu hiu. Yaaaaaah ketenangan kami pun terusik wkwkwkwk

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s