MY SEVEN SOMETHING

Seven

Beberapa Bulan yang lalu saya mengikuti sebuah training tentang inovasi, sebelum training dimulai kami diberi tugas selama satu minggu untuk melakukan 7 hal baru yang disebut misi 7 lalu menuliskan ceritanya ke dalam sebuah essay singkat

bagi saya sih setiap hari harus ada sesuatu yang baru untuk dilakukan (ciee sombong) so, dengan adanya tugas ini saya tidak merasa terbebani sama sekali, tapi yang menjadi beban adalah, ketika harus menuangkannya ke dalam sebuah essay “angkat tangan yang setuju!!”

hahahahahaha

Dari mulai cerita kejutan ulang tahun yang gagal sampai kercaunan Tahu Telor saya ceritakan di sini, ya memang agak sedikit gak penting sih tapi siapa tahu  bisa ada beberapa ksiah yang bisa diambil hikmahnya kalo bagi saya sih tentu semua penting karena di setiap cerita saya jadi tokoh utama nya wkwkwk

Continue reading

Kisah Perjalanan Green Canyon part 2 (Reboisasi Diri)

Melanjutkan cerita perjalanan “kabur kaburan” saya ke Green canyon beberapa minggu yang lalu.
Setelah tiba di Pantai Batu Hiu, dan tidur di mobil sampai sekitar pukul 10.30
Karena pantai batu hiu sudah cukup tidak kondusif (sudah banyak wisatawan gengges yang berdatangan), kami pun melanjutkan perjalanan ke Desa Cijulang untuk menikmati Body Rafting di Green Canyon…
Sebelum masuk ke green canyon, kami memutuskan untuk makan siang terlebih dahulu di tempat makan seafood, randomly pilihan kami jatuh ke rumah makan bahari, tumis kangkung, ikan gurame bakar, dan cumi asam manis pun berhasil masuk ke perut kelaparan kami, teman-teman saya terbius dengan tumis kangkung buatan bumi priangan yang rasanya salty dan gurih >.<

IMG_6379

Tiba di green canyon, kami pun didatangi oleh seorang pria yang menawarkan paket tour body rafting, dia paket yang dibanderol 1 juta rupiah untuk maksimal 5 orang, kami merasa itu cukup mahal, yaa secara, jauh dari perkiraan harga yang kami dapat hasil browsing di internet sebelum kami pergi.

Si abang paket body rafting terus mengikuti kami, dengan curi-curi kesempatan bertanya dan membanding-bandingkan harga, akhirnya kami menawar hingga sepakat di 800ribu. Setelah saya bandingkan dengan paket body rafting di sekitar, ternyata mereka pun menawarkan dengan kisaran harga 1 juta… worthy lah 800 ribu hasil tawar menawar kami oya selain dapat apket body rafting kami juga dapat makan malam gratis 🙂

Peralatan body rafting seperti helm, dan sandal gunung disipakan, kami pun berangkat ke hulu sungai untuk body rafting dengan menggunakan mobil kol buntung, ditemani seornag guide anak berusia 12 tahun kami pun menikmati waktu perjalanan dengan foto-foto. Jarak menuju hulu sungai ternyata cukup jauh, hingga tiba di TKP, kami dipandu oleh 2 orang guide, si adek 12 tahun tadi dan seornag bapak berusia 40 tahun an, dimulai dengan doa dan byurrrr ceburan pertama begitu segar, air sungai yang jernih dengan langit biru menjadi atap kami. Jujur, saya baru pertama kali melakukan body rafting ini, bahkan awalnya saya berpikir kalau body rafting ini semacam arung jeram gitu, hahaha ternyata saya salah besar, boro boro naik perahu karet, yang namanya body rafting ya benar-benar main “body” ya badan kita sendiri yang jadi perahu nya >.< Di awal rute mengarungi sungai ini, air masih tenang, sungai terlihat sangat luas, batu-batu pun tidak terlalu kelihatan…

IMG_6397

IMG_6386

IMG_6401

IMG_6405

IMG_6406

Semakin jauh, ternyata track semakin sulit, dari mulai arus sungai sampai bebatuan yang menghalau perjalnan kami, hwaaaaw challenging abis deh Di beberapa spot ada sesi lompat dari batu dengan ketinggian yang beragam, terjun ke pusaran dan arus air, dan lain-lain… Walau badan memar-memar sedikit, tapi itu terbayar dengan pengalaman segarnya udara, dan serunya memacu adrenalin di body rafting ini…

Hingga tiba di sebuah spot di mana terdapat lompatan yang cukup tinggi dengan dibawahnya dipadukan arus dan pusaran air, saya dan wika berencana melompat, namun karena wika membawa kamera akhirnya saya sendiri yang melompat ke arus tersebut, awalnya deg deg an tap setelah lompat dan terseret arus hingga tiba di aliran yang tenang rasanya tidak bsia digambarkan dengan kata-kata!!! Luar biasa deh! Setelah itu, sudah hamper I akhir track body rafting terdapat spot untuk melakukan lompatan dengan tinggi lebih dari 3 meter, sekitar 5 meter saya kira ketinggian lompatannya. Itu adalah spot tertinggi untuk melompat. Betul-betul memacu adrenalin, saya dan wika memutuskan untuk menikmati wahana tersebut…

Saya yang lompat lebih dulu, namun sayangnya saya sedikit gagal ketika melompat karena saya melompat dengan tidak sempurna akhirnya pantat saya kesakitan 😥 But overall pengalaman saya boy rafting di greencanyon ini adalah pengalaman wisata saya yang seru, etruatma bagi kamu-kamu yang suka memacu adrenalin + bersatu dengan alam, ini adalah pilihan yang tepat! Sekitar 5 jam kami habiskan untuk body rafting, hingga akhirnya kami harus kembali dan segera menuju penginapan yang terletak di pantai batu karas. Dari cijulang menuju batu karas menghabiskan waktu sekitar 15 menit, hasil browsing di internet akmi menemukan penginapan yang cukup cozy dan wortheat dengan harga nya, yaitu Bale karang cottage, penginapan ini tepat di depan pantai dengan konsep cottage beratapkan jerami dan yang paling mantap adalah, wc nya yang semi outdoor jadi kita bisa mandi dengan beratapkan langit dan pepohonan gitu >.< hwaaaw….

IMG_6439

Semalam kami harus membayar 400 ribu untuk 1 kamar regular dengan twin bed, cukup lah untuk kami berempat yang berbadan kecil-kecil ini…
Keesokan hari nya sebelum kami memutuskan untuk pulang kembali ke Jakarta, kami menikmati pantai batu karas dengan berfoto-foto (lagi).
Sekitar pukul 10.30 kami pun pulang menuju Jakarta, tiba di Nagreg sekitar pukul 4 sore, tiba-tiba secara random kami memutuskan untuk mampir dulu ke Bandung, tepatnya daerah Dago, oya sebelum ke daerah Dago kami sempat main ke kampus tante Dilla, yappp. Kampus ITB di taman sari.

IMG_6542

IMG_6556

IMG_6560

IMG_6606

Kisah perjalanan ke Green Canyon, Ciamis (part 1)… “Bukan Mobil Goyang”

Work hard play hard, begitulah inspirasi saya beberapa minggu ini. Penatnya kerjaan dan debu-debu jalanan kawasan industri Pulogadung bikin saya gerah dan akhirnya memutuskan untuk kabur di sela-sela weekend.

Saya bersama 3 teman kantor (Wika, Mita, dan Ardilla) memutuskan untuk pergi ke tempat wisata alam, syarat lokasi nya “yang ga jauh tapi ga deket juga” dengan Jakarta. Akhirnya pilihan kami jatuh ke Green Canyon dan sekitarnya. Strategi pun disusun dengan judul traveling dadakan!

Yeaah! Akhirnya kami berangkat juga, setelah diundur 1 minggu dari rencana awal, tapi masalahnya adalah, di hari H keberangkatan, kami belum mendapat mobil untuk pergi ke sana. Alasannya adalah karena kami menjadi korban saling PHP dengan jasa penyewaan mobil yang akhirnya membatalkan secara sepihak di H-1 keberangkaan, kesel gak sih >.< but show must go on baby!

IMG_6288

Di hari keberangkatan, dari pagi sampai magrib kami terlunta-lunta… hingga akhirnya mendapat satu kontak dari seorang kenalan, ditawarkanlah satu mobil Innova yang dapat kami sewa, tapi jangan seneng dulu, mobil tersebut ternyata masih dipakai orang dan baru bisa kami pakai jam 8 malam.

Akhirnya kami tunggu mobil tersebut, dengan galau-galau cantik kami menunggu di kantor ,iseng banget dari mulai bikin video gajelas sampai menggosip. Dikisahkan akhirnya mobil tiba, dan kami baru berangkat jam setengah 11 malam!

Continue reading

Drama di Koukaigijidou (Japan diet Building)

IMG_20140222_154855

Dari namanya aja udah unik, awalnya saya kira ini bangunan yang tipis sampe dibilang diet, eh ternyata diet disini masuknya counselor representative semacam gedung parlemen gitu. Tapi gedungnya unik karena gede banget dan merupakan sebuah karya arsitektur percampuran antara western (european) style dan japanese style.. letaknya di Chiyoda. Masuknya gratis dan kita bisa ikuit tour gratis pula didalamnya (ini yang terpenting bukan?)

IMG_20140222_155526

Pada saat ke tempat ini saya menjadi saksi peristiwa yang miris banget, jadi ketika saya dan 5 teman jalan saya sedang menunggu tour dari pihak koukaigijdou, ada seorang nenek berkebangsaan australia dia traveler kolot, yang menghampiri kami, dia meminta bantuan kami

Continue reading

Odaiba (Dari mulai ketemu Sanji, Ketemu Robot Gundam, sampai Bugil-Bugilan di Onsen)

Pengalaman di Jepang yang tidak bisa saya lupakan tentunya adalah pengalaman pergi ke pemandian umum tradisional jepang yang terkenal, yang biasa disebut Onsen. Rasanya nikmat sekali mandi di onsen ini apalagi kebetulan saya pergi ke sana ketika winter, di mana suhu udara sekitar 4 drajat celcius dan saya berendam di air yang bersuhu 39-41 drajat celcius.. rasanya seperti jadi kepiting rebus (in a good way).

entrance-to-oedo-onsen

Jadi ceritanya begini, minggu kedua di jepang, seperti hari-hari biasanya sepulang saya “ngampus” di Meiji, anti banget deh pokoknya bagi saya kalau langsung pulang ke rumah homestay, saya bersama geng saya yang menamakan diri mafia geng, wkwkwk jalan-jalan ke odaiba sebetulnya hari itu saya merasa lelah sekali, maklum, sebelum ke odaiba kami pergi ke Japan diet Building (Koukaigijidou) gedung parlemennya jepang, randomly di sana kami balapan lari, dan menjadi saksi peristiwa yang dramatis bersama seorang nenek sebatang kara dari australia (nanti cerita spesifiknya akan saya ceritakan secara khusus). Karena hari itu agenda kami cukup padat, kami pergi ke odaiba pada saat hari sudah menjelang malam alias magrib-magrib.

Continue reading

Perjalanan Jakarta-KL-Tokyo (Februari 2014) Keberangkatan dan Ketibaan yang tidak Biasa

Hari keberangatan saya ke Tokyo sudah tiba, “sial terlambat lagi nih ke bandara!!!” sambil terburu2 menggeret koper besar dan backpack gemuk di tengah hujan gerimiss, waktu itu jam 4 lewat 15 menit kalau tidak salah, sedangkan saya dapat penerbangan pagi hari yaitu jam 6.25 WIB. Aduh gimana ini? belum nyari taksi, belum ngantri check in, waduh gimana kalau telat lagi? Gak mau terulang lagi deh kejadian ketinggalan pesawat waktu pulang dari Bangkok dua tahun silam. Sahabat saya pun langsung menelepon taksi burung biru, yap untung sahabat saya membangunkan saya subuh dan memang rencananya mereka hendak mengantar saya hingga ke bandara, thanks Icha dan melgit :* eeetapi si supir taksi nampaknya kesasar krn ya kosan saya memang tidak punya alamat, jadi saya kasih ancer2 saja di mana akan nunggu taksi nya. Waktu 15 menit pun terbuang, akhirnya ada taksi kosong melintas, untung sama2 si burung biru, saya pun curhat sma si mas2 taksi, sippp “ngebut ya mas!!”, rasa deg2an takut terlambat plus teman saya yang kebelet pengen ke WC membuat keberangkatan ini penuh drama.

Continue reading

QUEZON-MANILA part 2 “Mabok Mall”

Menurut saya tidak ada perbedaan yang mencolok dari kondisi kota Quezon atau pun Manila dengan Jakarta. gedungnya, macetnya, udara yang panas dan lembap, dan mall nya. Orang-orangnya pun wajahnya mirip, beda bahasa aja.

IMG_1477

kota Quezon, (maaf itu muka teman saya, lebih baik diblur kan untuk menjaga nama baik dia) lol

SM-City-North-EDSA-Manila-Philippines1

mall SM north EDSA dari google

Di Quezon saya hanya jalan-jalan di UP (university of piliphine) Diliman-Mall, dan sebaliknya. Di Quezon City saya pergi ke SM north EDSA. Mall yang berukuran sangat besar ini membuat saya “kenyang” dengan yang namanya jalan-jalan di Mall.

Pertama kali saya ke SM adalah karena nekad, saya bersama teman jalan keluar dari University Hotel (tempat kami tinggal) di UP Diliman dengan bermodal kepercayaan gak akan nyasar karena orang filipin pada jago bahasa inggris. Kejadian ini menjadi kesempatan pertama kali saya naik kendaraan umum filipin yang terkenal yaitu “jeepney”. Bentuknya yang eksentrik mirip kereta taman ria dan tarif nya yang murah pokoknya patut dicoba.

Continue reading