Tips ‘Nyaman’ Tidur di Bandara (Teman dalam Kesengsaraan)

IMG_2974

Pengalamn tidur di bandara saya alami sewaktu saya ketinggalan pesawat pulang dari Bangkok dengan perjalanan darat yang super hell (Bangkok-Hatyai-KL) saya tertinggal di bandara KLIA dan demi mencari tiket murah yang ternyata tidak saya dapatkan juga saya pun tdiur di halaman depan bandara LCCT.

Dan pengalamn tidur di Bandara lainnya saya alami ketika perjalanan saya ke Tokyo, bayangkan! Waktu itu musim dingin, musim SALJU!

Udara dingin banget! Berbekal jaket tipis orang Indonesia, saya tidur di bandara Haneda yang akhirnya saya habiskan dengan nongkrong di WC jongkok bandara yang hangat dan kamar mandi air panas yang bagaikan kamar firdaus (alah lebay deh -,-)

Yap, ketika tidur di bandara ada beberapa tips yang bisa saya share, semoga tips ini bisa mengupgrade momen2 kesengsaraan kamu menjadi tidak sengsara2 banget terutama saat kamu apes tertinggal di bandara atau memang lagi ngirit:

  1. Cari lokasi paling strategis! Biasanya arrival lobby adalah tempat yg oke karena biasanya ornag udah tiba langsung caw, disbanding orang yg baru mau berangkat biasanya nunggu2 belum berisik karena dianter rombongannya
  2. Tanamkan prinsip penjajah! Jajah lah satu teritori misal suatu sudut atau satu deret kursi dengan kaki, dan tas2 besar yg kamu bawa. Lalu pejamkan lah mata, jangan so2 melamun cantik atau so so baca buku, mending merem aja, biar ga malu juga sama orang yang lewat2
  3. Kalo memang berencana tidur di bandara, siapkan pakaian tebal! Walau kamu tidak berada di bandara Negara bermusim salju, bandara di mana2 dingin lohh apalagi kalo udah menginjak jam 1-3 dinginnya minta ampun, karena AC dan sepi nya bandara, dinginnya bsia menusuk ke tulang dan bikin perut mules, kebayangkan waktu saya tidur di bandara Haneda musim dingin?
  4. Siapkan tolak angin! Terutama buat kalian yang punya riwayat penyakit maag. Mau so2 pake baju tebal gimana pun biasanya para penderita maag akan kembung!
  5. Hindari ke toilet di jam2 genting waktu kita akan tidur, ingat sebagai penjajah, kita ahrus bisa menjaga daerah jajahan kita.wkwkwkwkwkw
  6. Jangan terlalu banyak minum, semakin kamu banyak minum, kamu akan semakin sering ke  toilet, siapa yang akan menjaga daerah jajahan kita ketika kita berkunjung ke toilet?
  7. Bangun tidur kamu merasa sangat kedinginan dan ga kuat menahan dinginnya hati eh badan??pergi ke WC! Biasanya wc lebih hangat, pengalaman saya waktu di Haneda saya yang sudah ga kuat kedinginan pas bangun tidur langsung ke WC dan duduk di closet dengan dudukan hangat yang menggelitik >.< uh selembut kehangatan belaian kalbu.
  8. Kalau memang ada tebengan untuk tidur di suatu tempat yang lebih layak saya sarankan tidur menebeng saja ahhahaha

Yap memang tips ini mungkin belum terbukti validitasnya, tapi at least itu berhasil untuk saya, mungkin bisa kamu coba juga ketika lagi apes terjebak di bandara, daripada merusak mood mending dibawa happy aja bukan? 😉

Advertisements

TIPS MENGAJAK TEMAN BULE JALAN-JALAN DI JAKARTA

10245491_10201859786803225_6077331732413377203_n

Beberapa mingu yang lalu saya mendapat kabar dari teman saya yang tinggal di Jepang, namanya Miki bahwa dia akan mengunjungi Indonesia beberapa hari, sebagai “tuan rumah” pasti cukup kelimpungan, apalagi kalau baru pertama kali dikunjungi oleh teman yang berasal dari luar negeri. Untungnya ini bukan kali pertama saya ;p

Menjadi teman jalan yang oke atau “menjamu” teman kita yang mau jalan-jalan memang susah-susah gampang, semua bergantung kepada pengalaman. Biasanya orang yang sering traveling bisa lebih oke jadi “tour guide” dadakan. Haseeeeeek!

Kondisi ini terjadi ketika saya pernah beberapa kali mengajak teman “bule” saya untuk berkeliling di Jakarta. Kalau sekilas dipikir, apa sih bagusnya Jakarta? Bukannya macet, panas, dan yang bisa diliat ya gedung-gedung doang ya? Eitsss tunggu dulu, saya berhasil menemukan sisi sisi menarik Jakarta selama beberapa kali “diuji” loh, dan di sini akan saya share tips nya supaya kamu bisa ngehietsss abis ketika ngajak temen bule keliling Jakarta versi saya:

Continue reading

Kisah Perjalanan Green Canyon part 2 (Reboisasi Diri)

Melanjutkan cerita perjalanan “kabur kaburan” saya ke Green canyon beberapa minggu yang lalu.
Setelah tiba di Pantai Batu Hiu, dan tidur di mobil sampai sekitar pukul 10.30
Karena pantai batu hiu sudah cukup tidak kondusif (sudah banyak wisatawan gengges yang berdatangan), kami pun melanjutkan perjalanan ke Desa Cijulang untuk menikmati Body Rafting di Green Canyon…
Sebelum masuk ke green canyon, kami memutuskan untuk makan siang terlebih dahulu di tempat makan seafood, randomly pilihan kami jatuh ke rumah makan bahari, tumis kangkung, ikan gurame bakar, dan cumi asam manis pun berhasil masuk ke perut kelaparan kami, teman-teman saya terbius dengan tumis kangkung buatan bumi priangan yang rasanya salty dan gurih >.<

IMG_6379

Tiba di green canyon, kami pun didatangi oleh seorang pria yang menawarkan paket tour body rafting, dia paket yang dibanderol 1 juta rupiah untuk maksimal 5 orang, kami merasa itu cukup mahal, yaa secara, jauh dari perkiraan harga yang kami dapat hasil browsing di internet sebelum kami pergi.

Si abang paket body rafting terus mengikuti kami, dengan curi-curi kesempatan bertanya dan membanding-bandingkan harga, akhirnya kami menawar hingga sepakat di 800ribu. Setelah saya bandingkan dengan paket body rafting di sekitar, ternyata mereka pun menawarkan dengan kisaran harga 1 juta… worthy lah 800 ribu hasil tawar menawar kami oya selain dapat apket body rafting kami juga dapat makan malam gratis 🙂

Peralatan body rafting seperti helm, dan sandal gunung disipakan, kami pun berangkat ke hulu sungai untuk body rafting dengan menggunakan mobil kol buntung, ditemani seornag guide anak berusia 12 tahun kami pun menikmati waktu perjalanan dengan foto-foto. Jarak menuju hulu sungai ternyata cukup jauh, hingga tiba di TKP, kami dipandu oleh 2 orang guide, si adek 12 tahun tadi dan seornag bapak berusia 40 tahun an, dimulai dengan doa dan byurrrr ceburan pertama begitu segar, air sungai yang jernih dengan langit biru menjadi atap kami. Jujur, saya baru pertama kali melakukan body rafting ini, bahkan awalnya saya berpikir kalau body rafting ini semacam arung jeram gitu, hahaha ternyata saya salah besar, boro boro naik perahu karet, yang namanya body rafting ya benar-benar main “body” ya badan kita sendiri yang jadi perahu nya >.< Di awal rute mengarungi sungai ini, air masih tenang, sungai terlihat sangat luas, batu-batu pun tidak terlalu kelihatan…

IMG_6397

IMG_6386

IMG_6401

IMG_6405

IMG_6406

Semakin jauh, ternyata track semakin sulit, dari mulai arus sungai sampai bebatuan yang menghalau perjalnan kami, hwaaaaw challenging abis deh Di beberapa spot ada sesi lompat dari batu dengan ketinggian yang beragam, terjun ke pusaran dan arus air, dan lain-lain… Walau badan memar-memar sedikit, tapi itu terbayar dengan pengalaman segarnya udara, dan serunya memacu adrenalin di body rafting ini…

Hingga tiba di sebuah spot di mana terdapat lompatan yang cukup tinggi dengan dibawahnya dipadukan arus dan pusaran air, saya dan wika berencana melompat, namun karena wika membawa kamera akhirnya saya sendiri yang melompat ke arus tersebut, awalnya deg deg an tap setelah lompat dan terseret arus hingga tiba di aliran yang tenang rasanya tidak bsia digambarkan dengan kata-kata!!! Luar biasa deh! Setelah itu, sudah hamper I akhir track body rafting terdapat spot untuk melakukan lompatan dengan tinggi lebih dari 3 meter, sekitar 5 meter saya kira ketinggian lompatannya. Itu adalah spot tertinggi untuk melompat. Betul-betul memacu adrenalin, saya dan wika memutuskan untuk menikmati wahana tersebut…

Saya yang lompat lebih dulu, namun sayangnya saya sedikit gagal ketika melompat karena saya melompat dengan tidak sempurna akhirnya pantat saya kesakitan 😥 But overall pengalaman saya boy rafting di greencanyon ini adalah pengalaman wisata saya yang seru, etruatma bagi kamu-kamu yang suka memacu adrenalin + bersatu dengan alam, ini adalah pilihan yang tepat! Sekitar 5 jam kami habiskan untuk body rafting, hingga akhirnya kami harus kembali dan segera menuju penginapan yang terletak di pantai batu karas. Dari cijulang menuju batu karas menghabiskan waktu sekitar 15 menit, hasil browsing di internet akmi menemukan penginapan yang cukup cozy dan wortheat dengan harga nya, yaitu Bale karang cottage, penginapan ini tepat di depan pantai dengan konsep cottage beratapkan jerami dan yang paling mantap adalah, wc nya yang semi outdoor jadi kita bisa mandi dengan beratapkan langit dan pepohonan gitu >.< hwaaaw….

IMG_6439

Semalam kami harus membayar 400 ribu untuk 1 kamar regular dengan twin bed, cukup lah untuk kami berempat yang berbadan kecil-kecil ini…
Keesokan hari nya sebelum kami memutuskan untuk pulang kembali ke Jakarta, kami menikmati pantai batu karas dengan berfoto-foto (lagi).
Sekitar pukul 10.30 kami pun pulang menuju Jakarta, tiba di Nagreg sekitar pukul 4 sore, tiba-tiba secara random kami memutuskan untuk mampir dulu ke Bandung, tepatnya daerah Dago, oya sebelum ke daerah Dago kami sempat main ke kampus tante Dilla, yappp. Kampus ITB di taman sari.

IMG_6542

IMG_6556

IMG_6560

IMG_6606

Perjalanan Jakarta-KL-Tokyo (Februari 2014) Keberangkatan dan Ketibaan yang tidak Biasa

Hari keberangatan saya ke Tokyo sudah tiba, “sial terlambat lagi nih ke bandara!!!” sambil terburu2 menggeret koper besar dan backpack gemuk di tengah hujan gerimiss, waktu itu jam 4 lewat 15 menit kalau tidak salah, sedangkan saya dapat penerbangan pagi hari yaitu jam 6.25 WIB. Aduh gimana ini? belum nyari taksi, belum ngantri check in, waduh gimana kalau telat lagi? Gak mau terulang lagi deh kejadian ketinggalan pesawat waktu pulang dari Bangkok dua tahun silam. Sahabat saya pun langsung menelepon taksi burung biru, yap untung sahabat saya membangunkan saya subuh dan memang rencananya mereka hendak mengantar saya hingga ke bandara, thanks Icha dan melgit :* eeetapi si supir taksi nampaknya kesasar krn ya kosan saya memang tidak punya alamat, jadi saya kasih ancer2 saja di mana akan nunggu taksi nya. Waktu 15 menit pun terbuang, akhirnya ada taksi kosong melintas, untung sama2 si burung biru, saya pun curhat sma si mas2 taksi, sippp “ngebut ya mas!!”, rasa deg2an takut terlambat plus teman saya yang kebelet pengen ke WC membuat keberangkatan ini penuh drama.

Continue reading

QUEZON-MANILA part 2 “Mabok Mall”

Menurut saya tidak ada perbedaan yang mencolok dari kondisi kota Quezon atau pun Manila dengan Jakarta. gedungnya, macetnya, udara yang panas dan lembap, dan mall nya. Orang-orangnya pun wajahnya mirip, beda bahasa aja.

IMG_1477

kota Quezon, (maaf itu muka teman saya, lebih baik diblur kan untuk menjaga nama baik dia) lol

SM-City-North-EDSA-Manila-Philippines1

mall SM north EDSA dari google

Di Quezon saya hanya jalan-jalan di UP (university of piliphine) Diliman-Mall, dan sebaliknya. Di Quezon City saya pergi ke SM north EDSA. Mall yang berukuran sangat besar ini membuat saya “kenyang” dengan yang namanya jalan-jalan di Mall.

Pertama kali saya ke SM adalah karena nekad, saya bersama teman jalan keluar dari University Hotel (tempat kami tinggal) di UP Diliman dengan bermodal kepercayaan gak akan nyasar karena orang filipin pada jago bahasa inggris. Kejadian ini menjadi kesempatan pertama kali saya naik kendaraan umum filipin yang terkenal yaitu “jeepney”. Bentuknya yang eksentrik mirip kereta taman ria dan tarif nya yang murah pokoknya patut dicoba.

Continue reading