Pengalaman Transit yang Tidak Biasa (alay alert) @Changi Airport Singapura

Tak terasa sudah hampir 1 tahun belakangan ini saya tidak pergi melanglangbuana kemana2.

Setelah kerja dan jadi orang kantoran memang waktu saya habiskan dengan aktivitas yang kurang variatif.

Malam hari pulang kantor saya sempatkan makan di Prince House. Suasana cukup sepi dan akhirnya iseng2 pengen nulis2 deh, sudah lama tidak update blog, sampe akhirnya saya teringat momen2 gila saya bersama teman saya ketiak perjalanan pulang dari Manila ke Jakarta.

Sepulang menghadiri sebuah konferensi di Manilla, perjalanan Manila-Jakarta harus saya tempuh dengan transit di Singapur 12 jam, waktu itu saya tiba di Singapur pukul 10 pagi, penerbangan ke Jakarta akan dilanjutkan pada pukul  2.30 dini hari. Sayangnya saya dan teman saya tidak membudgetkan uang dan meluangkan waktu untuk observasi kehidupan di singapura, karena uang sudah menipis akhirnya kami “menggembel” di Singapura.

Berbekal botol minum kami isi perbekalan dengan mengisi tap water di bandara, yang teman sya bilang “air surga” sampai-sampai setiap kami meminum air itu mata kami bisa merem melek hahahahaha. Lalu kami jelajah sudut-sudut bandara dari mulai kursi pijat, photo box, beli subway, sampai foto-foto ala2 model di bandara. Se high tech apa pun fasilitas bandara buset ya waktu 12 jam itu bosen banget, baru 3 jam akhirnya kami memutuskan untuk keluar bandara dan jalan2 ke kota, dengan berbekal info seadanya kami bisa sampai ke merlion, little india, dan Universla studio singapur, walau ga masuk (karena terhambat budget).

Kalo diitung2 paling kami habis 100 rbu, untuk tiket,dan makan sandwich tapi betis jadi korban wkwkwk. Pengalaman yang ga akan saya lupakan adalah after jalan2 keliling kota, kami kembali ke bandara pada saat hari sudah mulai malam, ketika kami jalan2 di bandara (lagi) tanpa disadari kamera digital saya hilang, buset paniknya bukan main. Saya cari di toilet, ga ada, caridi kursi pijat, gak ada juga, akhirnya saya tanya ke bagian informasi (walau sudah cukup hopeless karena pasti udah dicuri orang). Pas di bagian informasi, mereka bilang kalo mereka memang nemuin sebuah kamera dari bagian security yg jaga, lalu sambil senyum2 si mba2 nanya”memang kamu hilang kamera ya” terus dengan lemesnya saya bilang, ia mbaaaaaa hilang tapi saya lupa hilang di mana, lalu si mba2 so so nguji gitu, dia nanya 3 foto terakhir dari isi kamera saya, supaya dicocokan dengan jepretan di file kamera, damn! Saya kan lupa orang setiap menit foto sana sini mana saya inget 3 foto terakhir seperti apa. Eh si mba2 malah ketawa ketiwi dan mengembalikan kamera saya. Pas saya cek 3 foto terakhir di kamera saya adalah foto ketika saya dan teman saya meminum “air surga” sepulang jalan2 di kota singapura.  Hiks…… malu nya bukan main

Sekitar pukul 11 malam Setelah lelah jalan2 very low budget (kere) kami mencari tempat selonjoran dan bersantai di bandara, akhirnya kami masuk ke cinema room change airport, tidak peduli film apa yg sednag diputar yg penting kami dapat kursi empuk yg bisa selonjoran, dengan lampu remang2 akhirnya mata ini tidak bisa menahan gairah untuk pergi ke alam mimpi, YAAAH! DAN KAMI TIDUR!

KETIDURAN!!!!! Bayangkan, penerbangan selanjutnya jam 2.30 dan kami ahrus check ini sekitar jam 1.45! dan kami malah KETIDURAN!

Untungnya ya, entah mukjizat apa, Tuhan masih sayang sama kami, saya tiba2 terbangun pukul 2 dan saya pun langsung membangunkan teman saya yg masih tertidur, dia langsung kaget dan dengan ekspresi menahan tangis dia berlari menuju gate, hahahaha bayangkan! Gimana ga kaget! Baru tidur pules 3 jam dengan badan yg capek berat kita dikagetkan dengan kondisi seperti ini! Kebayang kan kan kan? Saya pun kaget bercampur pengen ketawa melihat ekspresi teman saya. Hingga akhirnya kami bisa sampai gate pada pukul 2.15an dan puji Tuhan kami tidak terlambat 😉

saya dan Icha saat di sebuah McD di Manilla

saya dan Icha saat di sebuah McD di Manilla

Advertisements

Tips ‘Nyaman’ Tidur di Bandara (Teman dalam Kesengsaraan)

IMG_2974

Pengalamn tidur di bandara saya alami sewaktu saya ketinggalan pesawat pulang dari Bangkok dengan perjalanan darat yang super hell (Bangkok-Hatyai-KL) saya tertinggal di bandara KLIA dan demi mencari tiket murah yang ternyata tidak saya dapatkan juga saya pun tdiur di halaman depan bandara LCCT.

Dan pengalamn tidur di Bandara lainnya saya alami ketika perjalanan saya ke Tokyo, bayangkan! Waktu itu musim dingin, musim SALJU!

Udara dingin banget! Berbekal jaket tipis orang Indonesia, saya tidur di bandara Haneda yang akhirnya saya habiskan dengan nongkrong di WC jongkok bandara yang hangat dan kamar mandi air panas yang bagaikan kamar firdaus (alah lebay deh -,-)

Yap, ketika tidur di bandara ada beberapa tips yang bisa saya share, semoga tips ini bisa mengupgrade momen2 kesengsaraan kamu menjadi tidak sengsara2 banget terutama saat kamu apes tertinggal di bandara atau memang lagi ngirit:

  1. Cari lokasi paling strategis! Biasanya arrival lobby adalah tempat yg oke karena biasanya ornag udah tiba langsung caw, disbanding orang yg baru mau berangkat biasanya nunggu2 belum berisik karena dianter rombongannya
  2. Tanamkan prinsip penjajah! Jajah lah satu teritori misal suatu sudut atau satu deret kursi dengan kaki, dan tas2 besar yg kamu bawa. Lalu pejamkan lah mata, jangan so2 melamun cantik atau so so baca buku, mending merem aja, biar ga malu juga sama orang yang lewat2
  3. Kalo memang berencana tidur di bandara, siapkan pakaian tebal! Walau kamu tidak berada di bandara Negara bermusim salju, bandara di mana2 dingin lohh apalagi kalo udah menginjak jam 1-3 dinginnya minta ampun, karena AC dan sepi nya bandara, dinginnya bsia menusuk ke tulang dan bikin perut mules, kebayangkan waktu saya tidur di bandara Haneda musim dingin?
  4. Siapkan tolak angin! Terutama buat kalian yang punya riwayat penyakit maag. Mau so2 pake baju tebal gimana pun biasanya para penderita maag akan kembung!
  5. Hindari ke toilet di jam2 genting waktu kita akan tidur, ingat sebagai penjajah, kita ahrus bisa menjaga daerah jajahan kita.wkwkwkwkwkw
  6. Jangan terlalu banyak minum, semakin kamu banyak minum, kamu akan semakin sering ke  toilet, siapa yang akan menjaga daerah jajahan kita ketika kita berkunjung ke toilet?
  7. Bangun tidur kamu merasa sangat kedinginan dan ga kuat menahan dinginnya hati eh badan??pergi ke WC! Biasanya wc lebih hangat, pengalaman saya waktu di Haneda saya yang sudah ga kuat kedinginan pas bangun tidur langsung ke WC dan duduk di closet dengan dudukan hangat yang menggelitik >.< uh selembut kehangatan belaian kalbu.
  8. Kalau memang ada tebengan untuk tidur di suatu tempat yang lebih layak saya sarankan tidur menebeng saja ahhahaha

Yap memang tips ini mungkin belum terbukti validitasnya, tapi at least itu berhasil untuk saya, mungkin bisa kamu coba juga ketika lagi apes terjebak di bandara, daripada merusak mood mending dibawa happy aja bukan? 😉

TIPS MENGAJAK TEMAN BULE JALAN-JALAN DI JAKARTA

10245491_10201859786803225_6077331732413377203_n

Beberapa mingu yang lalu saya mendapat kabar dari teman saya yang tinggal di Jepang, namanya Miki bahwa dia akan mengunjungi Indonesia beberapa hari, sebagai “tuan rumah” pasti cukup kelimpungan, apalagi kalau baru pertama kali dikunjungi oleh teman yang berasal dari luar negeri. Untungnya ini bukan kali pertama saya ;p

Menjadi teman jalan yang oke atau “menjamu” teman kita yang mau jalan-jalan memang susah-susah gampang, semua bergantung kepada pengalaman. Biasanya orang yang sering traveling bisa lebih oke jadi “tour guide” dadakan. Haseeeeeek!

Kondisi ini terjadi ketika saya pernah beberapa kali mengajak teman “bule” saya untuk berkeliling di Jakarta. Kalau sekilas dipikir, apa sih bagusnya Jakarta? Bukannya macet, panas, dan yang bisa diliat ya gedung-gedung doang ya? Eitsss tunggu dulu, saya berhasil menemukan sisi sisi menarik Jakarta selama beberapa kali “diuji” loh, dan di sini akan saya share tips nya supaya kamu bisa ngehietsss abis ketika ngajak temen bule keliling Jakarta versi saya:

Continue reading

MY SEVEN SOMETHING

Seven

Beberapa Bulan yang lalu saya mengikuti sebuah training tentang inovasi, sebelum training dimulai kami diberi tugas selama satu minggu untuk melakukan 7 hal baru yang disebut misi 7 lalu menuliskan ceritanya ke dalam sebuah essay singkat

bagi saya sih setiap hari harus ada sesuatu yang baru untuk dilakukan (ciee sombong) so, dengan adanya tugas ini saya tidak merasa terbebani sama sekali, tapi yang menjadi beban adalah, ketika harus menuangkannya ke dalam sebuah essay “angkat tangan yang setuju!!”

hahahahahaha

Dari mulai cerita kejutan ulang tahun yang gagal sampai kercaunan Tahu Telor saya ceritakan di sini, ya memang agak sedikit gak penting sih tapi siapa tahu  bisa ada beberapa ksiah yang bisa diambil hikmahnya kalo bagi saya sih tentu semua penting karena di setiap cerita saya jadi tokoh utama nya wkwkwk

Continue reading

Tips Traveling Colongan ala Mahasiswa Usil

solo-travelers

Apa itu traveling colongan? Bagi saya, traveling colongan adalah menyempatkan waktu untuk traveling di suatu tempat di tengah kegiatan utama yang mana kegiatan utama itu sama sekali bukan traveling.

Dalam postingan ini saya akan sedikit share pengalaman traveling colongan dan sedikit tips versi saya,  siapa tau bisa membantu untuk kalian yang belum sempet traveling tapi punya kesempatan ikut berbagai acara di berbagai tempat.

Misalnya, saya sebagai mahasiswa pernah ikut konferensi ilmiah di Surabaya 2 hari, tapi saya sediakan 4 hari untuk berada di Surabaya, hari ke 3 dan ke 4 saya luangkan untuk jalan-jalan. Atau ketika ikut lomba X dan Y maka sempatkan untuk mengunjungi tempat wisata sekitar tempat lomba, kalau gak disediain field trip sama paniitia acara, kamu bisa ajak temen perjalanan untuk “kabur” atau cabut sendiri buat traveling colongan. Kalau saya sih pernah melakukan semua opsi, dan saya lebih memilih cabut sendiri karena kita bsia estimasikan waktu dan ke mana kita mau pergi sesuka kita tanpa perlu diskusi2 atau bahkan berantem mengingat sebegitu terbatasnya waktu dan biaya yang tersedia.

Pencapaian tertinggi saya dalam hal “kabur-kabur”an sejauh ini baru saja saya capai dua bulan lalu, di mana saya berhasil lolos untuk datang di dua konferensi kesehatan di dua negara yang berbeda dengan jarak waktu hanya 2 hari. Konferensi tersebut berlangsung di Pattaya (Thailand) dan Quezon-Manila (Philipine), tapi karena saya hendak melakukan traveling colongan akhirnya berhasil saya jelajahi rute Bangkok-Pattaya-Jakarta-Singapur-Manila-Quezon-Manila-Singapur-Jakarta dalam waktu 2 minggu sekaligus. Bahkan dalam 1 hari saya sempat berpindah-pindah Pattaya-Bangkok-Jakarta-Singapur-Manila. Dan itu sangat melelahkan dan menantang.

Tips dari saya untuk bisa melakukan traveling colongan adalah:

Continue reading

Odaiba (Dari mulai ketemu Sanji, Ketemu Robot Gundam, sampai Bugil-Bugilan di Onsen)

Pengalaman di Jepang yang tidak bisa saya lupakan tentunya adalah pengalaman pergi ke pemandian umum tradisional jepang yang terkenal, yang biasa disebut Onsen. Rasanya nikmat sekali mandi di onsen ini apalagi kebetulan saya pergi ke sana ketika winter, di mana suhu udara sekitar 4 drajat celcius dan saya berendam di air yang bersuhu 39-41 drajat celcius.. rasanya seperti jadi kepiting rebus (in a good way).

entrance-to-oedo-onsen

Jadi ceritanya begini, minggu kedua di jepang, seperti hari-hari biasanya sepulang saya “ngampus” di Meiji, anti banget deh pokoknya bagi saya kalau langsung pulang ke rumah homestay, saya bersama geng saya yang menamakan diri mafia geng, wkwkwk jalan-jalan ke odaiba sebetulnya hari itu saya merasa lelah sekali, maklum, sebelum ke odaiba kami pergi ke Japan diet Building (Koukaigijidou) gedung parlemennya jepang, randomly di sana kami balapan lari, dan menjadi saksi peristiwa yang dramatis bersama seorang nenek sebatang kara dari australia (nanti cerita spesifiknya akan saya ceritakan secara khusus). Karena hari itu agenda kami cukup padat, kami pergi ke odaiba pada saat hari sudah menjelang malam alias magrib-magrib.

Continue reading

Perjalanan Jakarta-KL-Tokyo (Februari 2014) Keberangkatan dan Ketibaan yang tidak Biasa

Hari keberangatan saya ke Tokyo sudah tiba, “sial terlambat lagi nih ke bandara!!!” sambil terburu2 menggeret koper besar dan backpack gemuk di tengah hujan gerimiss, waktu itu jam 4 lewat 15 menit kalau tidak salah, sedangkan saya dapat penerbangan pagi hari yaitu jam 6.25 WIB. Aduh gimana ini? belum nyari taksi, belum ngantri check in, waduh gimana kalau telat lagi? Gak mau terulang lagi deh kejadian ketinggalan pesawat waktu pulang dari Bangkok dua tahun silam. Sahabat saya pun langsung menelepon taksi burung biru, yap untung sahabat saya membangunkan saya subuh dan memang rencananya mereka hendak mengantar saya hingga ke bandara, thanks Icha dan melgit :* eeetapi si supir taksi nampaknya kesasar krn ya kosan saya memang tidak punya alamat, jadi saya kasih ancer2 saja di mana akan nunggu taksi nya. Waktu 15 menit pun terbuang, akhirnya ada taksi kosong melintas, untung sama2 si burung biru, saya pun curhat sma si mas2 taksi, sippp “ngebut ya mas!!”, rasa deg2an takut terlambat plus teman saya yang kebelet pengen ke WC membuat keberangkatan ini penuh drama.

Continue reading