TIPS MENGAJAK TEMAN BULE JALAN-JALAN DI JAKARTA

10245491_10201859786803225_6077331732413377203_n

Beberapa mingu yang lalu saya mendapat kabar dari teman saya yang tinggal di Jepang, namanya Miki bahwa dia akan mengunjungi Indonesia beberapa hari, sebagai “tuan rumah” pasti cukup kelimpungan, apalagi kalau baru pertama kali dikunjungi oleh teman yang berasal dari luar negeri. Untungnya ini bukan kali pertama saya ;p

Menjadi teman jalan yang oke atau “menjamu” teman kita yang mau jalan-jalan memang susah-susah gampang, semua bergantung kepada pengalaman. Biasanya orang yang sering traveling bisa lebih oke jadi “tour guide” dadakan. Haseeeeeek!

Kondisi ini terjadi ketika saya pernah beberapa kali mengajak teman “bule” saya untuk berkeliling di Jakarta. Kalau sekilas dipikir, apa sih bagusnya Jakarta? Bukannya macet, panas, dan yang bisa diliat ya gedung-gedung doang ya? Eitsss tunggu dulu, saya berhasil menemukan sisi sisi menarik Jakarta selama beberapa kali “diuji” loh, dan di sini akan saya share tips nya supaya kamu bisa ngehietsss abis ketika ngajak temen bule keliling Jakarta versi saya:

Continue reading

Advertisements

Odaiba (Dari mulai ketemu Sanji, Ketemu Robot Gundam, sampai Bugil-Bugilan di Onsen)

Pengalaman di Jepang yang tidak bisa saya lupakan tentunya adalah pengalaman pergi ke pemandian umum tradisional jepang yang terkenal, yang biasa disebut Onsen. Rasanya nikmat sekali mandi di onsen ini apalagi kebetulan saya pergi ke sana ketika winter, di mana suhu udara sekitar 4 drajat celcius dan saya berendam di air yang bersuhu 39-41 drajat celcius.. rasanya seperti jadi kepiting rebus (in a good way).

entrance-to-oedo-onsen

Jadi ceritanya begini, minggu kedua di jepang, seperti hari-hari biasanya sepulang saya “ngampus” di Meiji, anti banget deh pokoknya bagi saya kalau langsung pulang ke rumah homestay, saya bersama geng saya yang menamakan diri mafia geng, wkwkwk jalan-jalan ke odaiba sebetulnya hari itu saya merasa lelah sekali, maklum, sebelum ke odaiba kami pergi ke Japan diet Building (Koukaigijidou) gedung parlemennya jepang, randomly di sana kami balapan lari, dan menjadi saksi peristiwa yang dramatis bersama seorang nenek sebatang kara dari australia (nanti cerita spesifiknya akan saya ceritakan secara khusus). Karena hari itu agenda kami cukup padat, kami pergi ke odaiba pada saat hari sudah menjelang malam alias magrib-magrib.

Continue reading

Perjalanan Jakarta-KL-Tokyo (Februari 2014) Keberangkatan dan Ketibaan yang tidak Biasa

Hari keberangatan saya ke Tokyo sudah tiba, “sial terlambat lagi nih ke bandara!!!” sambil terburu2 menggeret koper besar dan backpack gemuk di tengah hujan gerimiss, waktu itu jam 4 lewat 15 menit kalau tidak salah, sedangkan saya dapat penerbangan pagi hari yaitu jam 6.25 WIB. Aduh gimana ini? belum nyari taksi, belum ngantri check in, waduh gimana kalau telat lagi? Gak mau terulang lagi deh kejadian ketinggalan pesawat waktu pulang dari Bangkok dua tahun silam. Sahabat saya pun langsung menelepon taksi burung biru, yap untung sahabat saya membangunkan saya subuh dan memang rencananya mereka hendak mengantar saya hingga ke bandara, thanks Icha dan melgit :* eeetapi si supir taksi nampaknya kesasar krn ya kosan saya memang tidak punya alamat, jadi saya kasih ancer2 saja di mana akan nunggu taksi nya. Waktu 15 menit pun terbuang, akhirnya ada taksi kosong melintas, untung sama2 si burung biru, saya pun curhat sma si mas2 taksi, sippp “ngebut ya mas!!”, rasa deg2an takut terlambat plus teman saya yang kebelet pengen ke WC membuat keberangkatan ini penuh drama.

Continue reading